TELADAN KH. AHMAD DAHLAN DI MIMBAR LPKA

 

Ketua LDK PDM Kota Blitar Menyampaikan Kisah KH. Ahmad Dahlan setelah memimpin shalat dhuhur berjamaah bersama Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Lembaga Pembinaan Anak  (LPKA) Blitar (Dokumen LDK PDM Kota Blitar)

   

 LPKA Blitar, 27 Nopember 2025 M --"Lelang Harta Benda Umtuk Membayar Gaji Guru"; Sebuah tema yang diangkat oleh drh. Sri Widodo Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LDK PDM) kota Blitar di masjid Al Istiqomah dalam  pembinaan rohani di Lembaga Pembinaan Anak (LPKA) kelas 1 Blitar . Pembinaan ini merupakan wujud kerjasama LDK PDM Kota Blitar bersama LPKA Blitar dalam menguatkan keyakinan Islam kepada Anak Berhadapan Hukum di LPKA, setiap hari kamis LDK PDM Kota Blitar menjadi imam sholat dhuhur serta  motivasi islami.  

    Ketua LDK PDM Kota Blitar menyampaikan kisah KH. Ahmad Dahlan yang melelang harta bendanya untuk membayar gaji guru dan pembiayaan sekolah. Kisah ini diambil dari suara Muhammadiyah ,08 Mei 2020 oleh Sukriyanto AR., Ketua LSBO PP Muhammadiyah. Dengan diselingi sejarah perjuangan tokoh tokoh Muhammadiyah seperti KH. Ahmad Dahlan, Jendral Sudirman, dan lain-lain diharapkan bisa membuka wawasan dan pengetahuan bahwa ternyata Muhammadiyah bukan hanya melaksanakan ibadah sesuai Al Qur'an dan As Sunah , memberantas TBC , tidak slametan, tahlilan, tidak Yassinan , tidak mau bersih desa dan lain-lainnya tetapi Muhammadiyah ada gerakan amal makruf nahi yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

     Menurut Sugeng Budianto S.Sos. MM. Kasi  LPKA Blitar, motivasi islami dengan menyampaikan kisah-kisah   sangat disenangi, mudah diterima dan dimengerti , di fahami oleh para anak didik lapas (adikpas) sehingga diharapkan bisa merubah akhlaknya menjadi lebih baik.

      Ketua LDK PDM Kota Blitar mengawali dengan menyampaikan Q.S Ibrahim (14) ayat 7 yang artinya :

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka pasti azabku sangat berat. 

    Kemudian dilanjutkan dengan kisah KH Ahmad Dahlan yang melelang harta bendanya untuk membayar guru dan biaya sekolah, disampaikan secara singkat sebagai berikut: 

"KH Ahmad Dahlan pada siang hari memukul kethongan mengundang penduduk Kauman ke rumahnya penduduk datang berduyun-duyun ke rumah KH.Ahmad Dahlan, kemudian KH Ahmad Dahlan membutuh uang 500 gulden menggaji guru karyawan dan membiayai sekolah Muhammadiyah, maka KH Ahmad Dahlan menyatakan malelang barang-barang yang ada di rumahnya seperti almari , baju, jas,  meja kursi, tempat tidur , lampu-lampu hiasan.  Beberapa warga merasa bingung , terbengong - bengong setelah mendengar penjelasan KH Ahmad Dahlan,  murid Kyai Ahmad Dahlan terbaru melihat semangat pengorbanan KH Ahmad Dahlan dan mereka saling berpandangan satu sama lain berbisik-bisik satu sama lain singkat cerita penduduk Kauman itu khususnya para juragan yang menjadi anggota kelompok pengajian , berebut membeli barang-barang KH Ahmad Dahlan, ada yang membeli sarung nya, jasnya, ada yang membeli jamnya, almari,  meja kursi dan lain sebagainya. "

TERKUMPUL UANG 4000 GULDEN

      Dalam waktu yang singkat semua barang milik KH Ahmad Dahlan terlelang dan berkumpul uang lebih dari 4000 Gulden. Anehnya  tidak ada seorangpun yang membawa pulang barang-barang KH Ahmad Dahlan,  mereka lalu pamit pulang tentu saja KH Ahmad Dahlan heran mengapa mereka tidak mau membawa barang-barang yang sudah dilelang . KH Ahmad Dahlan berseru "saudara-saudara silahkan membawa barang-barang yang sudah sampeyan lelang itu. saudara bawa pulang atau nanti saya antar ke rumah mereka. Ada seseorang  berkata pada KH Ahmad Dahlan,tidak usah Kyai barang-barang itu biar di sini saja semua kami kembalikan kepada Kyai lalu uang yang terkumpul ini bagaimana tanya ke halaman kata seorang dari mereka ya untuk Muhammadiyah kan Kyai tadi mengatakan Muhammadiyah perlu dana untuk menggaji guru karyawan dan membiayai sekolahnya,   tapi Muhammadiyah hanya butuh sekitar 500 gulden ini 4000 gulden bagaimana sisanya?. tanya KH Ahmad Dahlan. Dijawab orang itu bahwa sisanya biar dimasukkan kas Muhammadiyah.

      Hikmah yang bisa diambil bahwa KH Ahmad Dahlan diberi nikmat bersyukur dengan menginfakkan harta bendanya dilelang untuk menggaji guru karyawan dan biaya sekolah. Maka Allah memberikan yang berlipat-lipat. Yaitu mendapatkan uang 4000 Gulden dan barang-barang di rumahnya masih utuh tidak berkurang sedikitpun. Pada akhir Motivasi berpesan kepada adikpas senantiasa untuk ikhlas mensyukuri nikmat Allah, dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Keluar dari LPKA Blitar menjadi anak yang berakhlakul kharimah sukses dunia akhirat.

Editor : Bima Purwidya 

0 Komentar