JIMAT JENDERAL SUDIRMAN BUKAN SYIRIK ?

Pembinaan ADIKPAS LPKA Kelas 1 Blitar oleh Ketua LDK PDM Kota Blitar pada 6 Agustus 2026 (Dokementasi LDK PDM Kota Blitar/Div. Dakwah Digital)

Jimat Panglima Jendral Sudirman ada tiga ( yaitu selalu menjaga wudhu, sholat awal waktu dan mencintai warga dengan ikhlas) bukan termasuk syirik bahkan malah amalan yang bisa dilakukan setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari dan diridhoi Allah SWT.

Kamis , 24 Shafar 1446 H/ 7 Agustus 2026 M. Motivasi Islami di Lembaga Pembinaan Khusus Anak kelas 1 Blitar,  mengambil sebuah tema " Jimat Palingma Jendral Sudirman Bukan Syirik," yang  disampaikan oleh drh Sri Widodo, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar. Bertempat di masjid Al Istiqomah LPKA Kelas  1 Blitar, diikuti sekitar 100 Anak Didik Lapas (Adikpas), dan karyawan LPKA kelas 1 Blitar.

     Menurut Sugeng Budianto S.Sos, MM, salah satu  pegawai LPKA Blitar, yang menyatakan bahwa motivasi islami ba'da sholat Dhuhur berjama'ah pada hari Kamis  oleh Ketua LDK PDM Kota Blitar ini , yang dikemas dengan menyampaikan kisah nyata  dipadu dengan dalil Al Qur'an dan As sunah, lebih bisa diterima dan mudah difahami oleh Adikpas sehingga akan mudah dilaksanakan. Tetapi bila menyampaikan apa adanya misalnya tauhid , ibadah akan sulit diterima bahkan diabaikan oleh Adikpas.

     Setelah shalat dhuhur berjama'ah dilanjutkan dengan motivasi Islami  oleh drh. Sri Widodo dengan tema: "Kekuatan Jimat  Jendral Sudirman". Mengawali motivasinya dengan membacakan QS Al-Baqarah (2) : 153 yang artinya "wahai orang-orang beriman mohonlah pertolongan kepada tuhanmu dengan sabar dan salat sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". 

Allah memerintah kepada kita bila  mempunyai masalah apapun , diperintahkan untuk memohon pertolongan kepada Allah dengan sabar dan Sholat.


Sholat Dhuhur berjamaah bersama ADIKPAS (Dokementasi LDK PDM Kota Blitar/Div. Dakwah Digital)

     Ketua LDK PDM Kota Blitar yang lebih dikenal dengan nama Pak Widodo ini menjelaskan bahwa Jimat jenderal Sudirman bukanlah berwujud keris atau benda keramat lain yang dianggap mempunyai kekuatan, karena  hal termasuk musyrik, dilarang oleh agama Islam. Sebagai seorang tokoh Muhammadiyah, yang memerangi TBC (takayul, bid'ah dan kurufat) Sang  Jenderal yang juga tokoh Hizbul Wathon (HW) tidak akan menggunakan jimat semacam itu, hanya mengandalkan kekuatan tauhid yang murni yaitu menyembah dan minta pertolongan oleh Allah. Pada suatu saat ada seorang anggota pasukannya bertanya kepada Jendral Sudirman, bahwa kekuatan apa yang dipakai sehingga  Jendral Sudirman dan pasukannya selalu lolos dan selamat dari kejaran Belanda dan PKI. Salah satu contohnya peristiwanya yaitu : waktu di Kediri ada seorang penghianat yang melaporkan kepada Belanda tempat persembunyian Jenderal Sudirman dan pasukannya berada. Jendral Sudirman  ke pasukannya tidak melarikan diri dan tetap tenang sambil berzikir untuk minta pertolongan kepada Allah seperti seorang Kyai berdzikir bersama santrinya. Tentara Belanda datang melihat sosok Jenderal Sudirman yang dilihat ada seorang  Kyai berzikir dengan umatnya, maka tentara Belanda marah dan seorang pengkianat tersebut ditembak dan mati tempat. Atas ijin Allah Jendral Sudirman dan pasukannya selamat dari kejaran Belanda.

JIMAT JENDRAL SUDIRMAN 

     Jendral Sudirman menjawab pertanyaan salah seorang pasukannya dengan menyatakan bahwa mempunyai tiga jimat yaitu: 

1. Selalu menjaga wudhu : bersuci  di dalam agama Islam, berwudhu merupakan syarat syahnya sholat, orang berwudhu doa lebih mudah dikabulkan, kalau membaca Al-Qur'an pahala lebih besar. bahkan Bilal,  bisa surga dengan amalan menjaga wudhu dan sholat syukur wudhu. 

2. Sholat awal waktu : sholat awal waktu merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah selain berbakti kepada orang tua dan jihad fisabilillah. Dengan sabar dan sholat bisa menyelesaikan segala masalah ( QS Al-Baqarah (2):153)

3. Mencintai warganya dengan ikhlas tanpa pamrih , hanya mencari ridho Allah SWT. Bentuk cinta pada warga adalah bisa membawa bekal untuk berperang ( bergerilya) selalu dilebihkan untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Pada akhir ceramah drh Sri Widodo mengajak para adikmas untuk selalu menggunakan kekuatan jimat Panglima jenderal Sudirman yaitu menjaga wudhu merupakan lambang membersihkan jiwa : berjuang dan selalu membersihkan  hati dengan ikhlas. Sholat merupakan hubungan hamba dengan Allah SWT (hablum minallah) dan cinta kepada warga dengan sering memberi merupakan hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas). Kalau ketiga jimat tersebut bisa dilakukan Kekuatan penuh  niscaya bisa sukses dunia dan akhirat.*)


*) Disunting oleh Div. Dakwah Digital LDK PDM Kota Blitar

0 Komentar